Konfigurasi DNS di Windows Server 2012 R2



 DNS (Domain Name System) adalah system yang digunakan untuk memetakan ip address menjadi sebuah domain ataupun sebaliknya. digunakan agar kita sebagai pengguna jaringan tidak perlu menghafal satu per satu ip address dari suatu situs. Bayangkan saja kalau kita mengkases suatu website memakai ip address, kalau 1 website sekiranya masih bisa, jika sangat banyak?? maka DNS berperan penting disini karena DNS mentranslasikan ip address menjadi sebuah name.

Beberapa kelompok penting dari data yang disimpan di dalam DNS adalah sebagai berikut:
  • A record atau catatan alamat memetakan sebuah nama host ke alamat IP 32-bit (untuk IPv4).
  • AAA record atau catatan alamat IPv6 memetakan sebuah nama host ke alamat IP 128-bit (untuk IPv6).
  • SOA record atau catatan otoritas awal (Start Of Authority) mengacu server DNS yang menyediakan otorisasi informasi tentang sebuah domain internet.
  • MX record atau catatan pertukaran surat memetakan sebuah nama domain ke dalam daftar mail exchange server untuk domain tersebut.
  • CNAME record atau catatan nama kanonik membuat alias untuk nama domain. Domain yang di aliaskan memiliki seluruh subdomain dan rekod DNS seperti aslinya.
  • PTR record atau catatan penunjuk memetakan sebuah nama host ke nama kanonik untuk host tersebut. Pembuatan rekod PTR untuk sebuah nama host di dalam domain in-addr.arpa yang mewakili sebuah alamat IP menerapkan pencarian balik DNS (reverse DNS lookup) untuk alamat tersebut.
  • NS record atau catatan server nama memetakan sebuah nama domain ke dalam satu daftar dari server DNS untuk domain tersebut. Pewakilan bergantung kepada rekod NS.
  • SRV record adalah catatan lokasi secara umum.
  • Catatan TXT mengizinkan administrator untuk memasukan data acak ke dalam catatan DNS, catatan ini juga digunakan di spesifikasi Sender Policy Framework.

Pada langkah pertama kita akan melakukan install feature DNS pada menu server manager jika sudah terinstall maka selanjutnya klik tools lalu klik feature DNS

Tampilan DNS, jika sudah berada pada DNS Manager klik menu Action lalu klik Configure DNS Server..

Selanjutnya Klik next

Pada lab kali ini kita akan memilih aksi konfigurasi, kita akan di berikan 3 opsi  untuk tab ini kita pilih opsi Create a forward lookup zone 

Untuk tab primary server location kita pilih This server maintains the zone

Oke disni kita akan membuat Zone name untuk DNS server kita

Pada tab kali ini berfungsi untuk nama file DNS Server kita

Selanjutnya pada tab ini kita akan mengizinkan update secara dynamic (otomatis) atau tidak, maka kita pilih yang do not allow updates (tidak diizinkan update secara otomatis)

Untuk Domain Name yang sudah dibuat kita akan memetakannya dengan ip address si Server


Klik Forward Lookup Zones, klik file domainname.net jika sudah masuk selanjutnya klik kanan lalu klik New Host 

Ketika kita membuat Zone host maka kita bisa membuat inisial pada domain name kita, disini kita akan memberi inisial dns

Selanjutnya klik kanan Reverse Lookup Zone jika sudah klik New zone 


Pada Zone type disini kita pilih primary zone dikarenakan kita akan membuat satu domain name yang akan di translate ke ip address server

Pada tab kali ini kita pilih IPv4 karena ip server kita menggunakan version 4

Selanjutnya masukkan Network ID yang digunakan Server kita 

Oke untuk tab kali ini kita biarkan menggunakan default

Selanjutnya pada tab ini kita akan mengizinkan update secara dynamic (otomatis) atau tidak, maka kita pilih yang do not allow updates (tidak diizinkan update secara otomatis)

Oke untuk setup Reverse Lookup Zone sudah sudah selesai

Disini kita akan membuat PTR, klik file Reverse Lookup Zone lalu klik file yang berada pada Reverse Lookup Zone tersebut, jika sudah kita klik kanan lalu klik New pinter (PTR)


Tahap Verifikasi.


Posting Komentar

0 Komentar